Bahkan saat hari raya idul fitri, hari raya Islam yang dikenal oleh
anak-anak sebagai hari raya mainan, saya membawa celengan saya
kemana-mana. Alih-alih menghamburkan uang yg saya terima dari kerabat
dan keluarga besar, saya memasukkan semuanya ke dalam celengan. Dengan
harapan di akhir pekan (Idul Fitri biasanya dirayakan seminggu penuh)
celengan saya akan penuh, dan saya akan sanggup membeli tas dan sepatu
sekolah baru idaman saya dengan mainan sebagai bonusnya.
Itulah awal dimana saya belajar untuk membuat anggaran, menabung dan berinvestasi.
Lantas bagaimana para ibu sekarang mengajarkan anak-anak pengetahuan mengatur keuangan?
Mungkin beberapa saran berikut bisa anda terapkan.
1. Komunikasi. Hal yang paling penting adalah
berkomunikasi terbuka dengan anak anda. Luangkan waktu untuk berdiskusi
dengan anak terkait masalah uang. Mulai dari bagaimana cara
mendapatkannya, menyimpan, menggunakan, bahkan sampai cara
mengembangkannya.
2. Jangan segan menceritakan permasalahan keuangan dalam keluarga anda.
Tidak perlu secara menyeluruh dan terperinci, cukup yang terkait dengan
kebutuhan anak. Agar lebih fokus, mulai dengan menjelaskan bahwa masih
banyak kebutuhan lainnya yang lebih penting untuk dibeli, misalnya
kebutuhan sekolah dibandingkan mainan tertentu.
3. Ajak anak saat anda berbelanja. Biarkan dia
menghitung rincian pengeluarannya dan menganalisis barang apa saja yang
sangat perlu dibeli. Dalam hal ini, pelajaran yang ditekankan bukan
mengenai pola hidup hemat, namun sebuah sikap untuk mengatur dan
memilah-milah apa saja barang yang perlu dibeli dan tidak perlu dibeli.
4. Letakkan celengan besar yang tidak bisa dibuka di kamar anak.
Ini lebih efektif daripada celengan yang bisa dibuka-tutup. Anak akan
belajar menahan godaan untuk membongkar celengan sebelum penuh.
Tidak masalah bila motivasi anak menabung adalah untuk membeli mainan.
Bagaimanapun mainan juga hal penting dalam proses perkembangan mereka.
Namun mintalah anak menabung untuk membeli mainannya sendiri. Selain
menerapkan pola hidup hemat, aktivitas menabung ini juga mengajarkan
anak untuk hidup mandiri.
Secara keseluruhan adalah anda perlu mengajarkan anak menabung sejak
kecil. Sebaliknya, anda dapat menjelaskan kepada anak bahwa perilaku
boros tidak baik untuk masa depannya. Untuk mengajarkan hal ini, anda
perlu memberikan contoh langsung kepada anak sehingga mereka dapat
meniru dan mempraktikkannya.
Jadilah teladan mereka.
Sumber: http://liveolive.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar